Terus membenahi akses keluar–masuk di TPA Antang dengan memperlebar jalur armada dan membuka jalan alternatif di sisi timur tembus jalan poros arah selatan. Sedangkan armada sampah yang masuk tetap lewat jalur utama bagian barat.
realitasnews.net - MAKASSAR,- Sekian lama kegundahan warga di wilayah Antang, Kecamatan Manggala. Pasalnya, pemandangan macet bertahun-tahun di Jalan Saripa Raya dianggap belum pernah ditemukan solusinya.
Alhasil, menurut warga sekitar Antang, sejak Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, sudah tampak ada perubahan. Hal tersebut ditangani lewat penataan lapak liar oleh Pemkot Makassar melalui Kecamatan Panakkukang, sesuai Perda Ketertiban Umum dan arahan Wali Kota.
Wali Kota Munafri berharap, penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan agar arus lalu lintas lebih lancar dan aman bagi semua pengguna jalan.
"Proses berjalan humanis dan kondusif, dengan sekitar 20 lapak ditata ulang melalui pendekatan dialog," harapnya.
Lanjut Munafri, solusi relokasi disiapkan agar aktivitas usaha warga tetap berjalan, sementara jalan menjadi lebih lega dan nyaman. Penataan kota dilakukan untuk kepentingan bersama.
"Perubahan kota dimulai dari yang paling dekat dengan warga," katanya.
Dia mengakui, sepanjang 2025, sejak kami dilantik 20 Februari 2025. Pemerintah Kota Makassar fokus membenahi infrastruktur dasar, mulai dari 105 ruas jalan yang diaspal, 135 titik jalan dan lorong lingkungan berpaving, hingga pembangunan 32 ruas drainase dan Rehabilitasi 84 di berbagai titik rawan.
"Pendekatannya bertahap dan berbasis kebutuhan lapangan, yang rusak dibenahi, yang rawan diperbaiki," jelasnya.
Hasilnya, kata dia, mulai dirasakan warga, jalan lebih layak dilalui, genangan berkurang, dan aktivitas harian lebih lancar. Pekerjaan belum selesai, namun 2025 menjadi pondasi langkah pelan namun pasti, konsisten, dan terus menyentuh kebutuhan warga. Kalau akses lancar, sampah cepat terangkut.
"Pemerintah Kota Makassar membenahi akses keluar–masuk di TPA Antang dengan memperlebar jalur armada dan membuka jalan alternatif di sisi timur tembus jalan poros arah selatan. Sedangkan armada sampah yang masuk tetap lewat jalur utama bagian barat," tukasnya.
Langkah ini, sambung Munafri, dilakukan agar proses bongkar muat lebih lancar, antrean truk berkurang, dan armada bisa lebih cepat kembali melayani pengangkutan sampah warga.
"Jadi, penanganan sampah tidak berhenti di TPA. Selain perbaikan akses dan penguatan operasional, partisipasi warga juga jadi kunci. Dari rumah, mari ki’ pilah sampah ta’, supaya TPA tidak cepat penuh dan Makassar tetap bersih serta nyaman," kuncinya. (1N54F)




0 Komentar