In memoriam Almarhum Andi Supryadi bin Andi Mapperenna


Tak menyangka jika malam itu, adalah malam Milad mu ke 67 tahun sang guru, ustadz Andi Supryadi bin Andi Mapperenna (akrab disapa kak nyonk atau Kak Pri). Dengan suara parau dan sesak nafas menyelimuti tenggorokan mu. Engkau pun masih sempat tersenyum sembari menggeleng kepala melihatku bercanda.
Seakan engkau pun berharap bisa sembuh dan kembali sehat walafiat, namun takdir Allah SWT berkata lain.

Mengapa tanganku spontan memijit seluruh tubuhmu, dan sesekali mengirimkan beberapa surah pendek dan Al Fatihah serta shalawat sembari terkirim doa kesembuhan.

Hingga saat di ruang IGD pun tak habis doa dan shalawat serta surah pendek itu bergumam, dan jemariku mencoba merefleksi seluruh tubuh mu. 

"Alhamdulillah," ucapku karena sesak nafas sang guru berangsur-angsur pulih. Dan engkau pun berucap, "Alhamdulillah, nafasku sudah agak baik," bisiknya.

Namun alasan, Rumah Sakit itu, tak ada kosong (kamar full), maka langkah selanjutnya, mencari Rumkit yang Ruangan Kosong. 

Alhasil, pihak keluarga pun mendapatkan dan dirujuklah kesana. Namun, waktu berkata lain sampai disana dari IGD langsung masuk di ICU.

Di ruang inilah, narasi baru dimulai hingga informasinya sangat mengejutkan, hanya itungan jam demi jam, kabar dukapun menyayat batin para keluarga, sahabat dan kawan sejati terpukul sedih.

Innalilahi wa Innaa Ilaihi Raji'un

Posting Komentar

0 Komentar