![]() |
| Ketua RW 06 Mangga 3, Blok H, Sewang, S.Sos. bersama Ketua RT 03, Aminah, SE. Memantau Kondisi Banjir di Wilayahnya |
Cuaca Anomali yang ekstrem dari akhir tahun 2025 hingga 2026, paling sering terjadi di Indonesia. Sehingga banjir mengakibatkan keadaan dimana suatu daerah tergenang oleh air dalam jumlah
yang besar.
realitasnews.net - MAKASSAR,- Kadangkala banjir dapat datang tiba-tiba akibat dari angin badai atau kebocoran tanggul atau banjir kiriman dari wilayah lain yang biasa disebut banjir bandang.
Cuaca Anomali yang berlangsung di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), khusus titik banjir pada wilayah yang tiap tahun dilanda banjir.
![]() |
| Ketua RW 06, Mangga 3 Blok H, Kel. Paccerakkang Kec. Biringkanaya bersama warga pantau ketinggian air sekaligus membantu warga yang berdampak banjir |
Menurut Ketua Rukun Warga (RW) 06, Mangga 3, Blok H. Sewang, S.Sos, menjelaskan, sudah beberapa hari ini, hujan deras mengguyur wilayah perkampungan sejak pagi hingga malam, sehingga, kata dia, membuat air tergenang ditambah lagi air banjir kiriman dari kampung dekatnya meluap dan menggenangi jalan-jalan.
"Kini warga Mangga 3, utamanya Blok H mulai kuatir ketika air mulai masuk ke rumah-rumah mereka. Mereka pasti bergegas menyelamatkan barang-barang berharga dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, seperti ini pemandangan setiap musim hujan datang," jelas Sewang.
Lanjut, Ketua RW 06 Sewang menututkan, kondisi banjir semakin parah, membuat jalan-jalan menjadi sungai dan membuat warga kesulitan bergerak.
"Upaya pengendalian banjir, kami bersama warga bersatu untuk membantu satu sama lain, untuk mengantisipasi terjadinya banjir bandang," tukasnya.
![]() |
| Ketua RT 03 Mangga 3, Blok H, Aminah, SE sedang pantau wilayah banjir. |
Mewaspadai banjir di wilayah kelurahan Paccerakkang, Ketua RT 03, Aminah, SE., langsung turun ke lokasi yang berdampak banjir mengungkapkan, akibat hujan deras selama tiga hari, sehingga kondisi di wilayah Blok H RT 03 Rw 06, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, mengalami genangan air (banjir) diperkirakan sudah setinggi lutut orang dewasa, sejak tanggal 09 hingga 11 Januari 2026.
"Kondisi banjir saat ini, masih dibawah 1 meter, selain kondisi hujan, air ini dapat kiriman dari Moncongloe, Maros yang mengaliri sawah sampai ke Mangga 3 Blok H," ungkapnya.
Aminah menjelaskan, pemandangan banjir ini hampir setiap tahun terjadi. Hal tersebut, kata dia, banjir terparah berada di Blok H, sehingga warga harus mengungsi naik perahu karet atau rakit.
"Kedepannya kami memohon kepada pemerintah Kota Makassar, agar bisa mencarikan solusi, agar Blok H ini dapat bebas dari banjir, mungkin bisa buat perencanaan tanggul atau kanal, agar banjir kiriman bisa teratasi," usulnya sembari menunggu tim Bazarnas dan solidaritas. (H5/RN-mks)




0 Komentar