Kegiatan Sosialisasi Tim Adiwiyata Tentang Pemilihan Sampah Di UPT SPF SD INPRES Pannampu 1 Makassar.




Dalam Rangka Kegiatan Sosialisasi Tim Adiwiyata Tentang Pemilahan Sampah Berfokus Pada Edukasi Pengurangan, Pemilahan Dari Sumber Dan Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Di Sekolah Melalui Kelompok Kerja Digelar Pada 1 Agustus 2026.

realitasnews.net --- Makassar, --- Hasil pemantauan Media Realitasnews Pendidikan Nasional selama ini RATNA, S. Pd awalnya Kepala Sekolah UPT SPF SDI Rappojawa memimpin selama dua periode mereka bekerja keras untuk membuktikan kepada seluruh guru, siswa dan orang tua murid mulai dari perbaikan sarana prasarana, kedisiplinan, hingga pembentukan karakter siswa, dan Program Adiwiyata berhasil meraihnya hingga tingkat Mandiri. Ia juga termasuk salah satu pembimbin Sekolah Adiwiyata di Kecamatan Tallo Makassar. 

Setelah ada mutasi besar-besaran baru-baru ini oleh Wali Kota Makassar Ia mendapat amanah bertugas di UPT SPF SDI Pannampu 1 Kecamatan Tallo Makassar. 


Ratna, S. Pd saat di konfirmasi awak media di ruang kerjanya baru-baru ini mengatakan, kami di sini kembali memimpin dan berusaha semaksimal mungkin melanjutkan progam-progran yang sudah ada kembali bekerja keras agar bisa lebih baik dari sebelumnya. 

Menurutnya, kegiatan sosialisasi oleh tim Adiwiyata tentang pemilahan sampah berfokus pada edukasi interaktif dan pengenalan jenis sampah organik dan anorganik, pembentukan kader atau Pokja siswa, serta praktik langsung penggunaan tong sampah terima guna membangun budaya peduli kingkungan sejak dini," ungkapnya. 


Selain itu, Ia juga mengatakan, Target meraih predikat Adiwiyata bukan semata-mata mengejar penghargaan, melainkan sebagai upaya membangun karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. 

Kami berkomitmen menanamkan pengetahuan dan karakter peduli pada lingkungan. Pengelolaan sampah secara mandiri di sekolah menjadi instrumen utama dalam membentuk perilaku hidup bersih bagi masa depan pada siswa. 

Menurutnya, pembentukan karakter peduli lingkungan tidak dapat dilakukan sekolah saja, tetapi juga membutuhkan dukungan para orang tua dan seluruh pemangku kepentingan," ucapnya. 


Lebih lanjut Ia mengatakan, Program lingkungan bertujuan menanamkan kesadaran ekologis sejak dini agar menjadi pondasi karakter generasi muda 

Melalui progran tersebut, penguatan pendidikan di lingkungan sekolah diharapkan berjalan beriringan dengan pengelolaan sampah ditingkat masyarakat," tutupnya. (Lis rn).

Posting Komentar

0 Komentar