KSBSI Sulsel : "Sekolah Literasi Jalanan Kota Makassar, Tanamkan Budaya Literasi dan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini"

Kegiatan K-SBSI Sulsel ini kembali memasuki kawasan padat penduduk ekonomi menengah ke bawah, sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi di kalangan anak-anak. Kelak menjadi ilmu pengetahuan, sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

realitasnews.net - Makassar, — Ikut Membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan amanat Undang-undang Dasar 1945. Mencermati hal tersebut, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar kegiatan "Sekolah Literasi Jalanan Kota Makassar" pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 14.00 WITA hingga selesai, bertempat di Pasar Sukaria 13, Makassar. 

Menurut Ketua K-SBSI Sulsel, M. As Jufri (akrab disapa Daeng Lompo) mengungkapkan,kegiatan K-SBSI Sulsel ini kembali memasuki kawasan padat penduduk ekonomi menengah ke bawah, sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi di kalangan anak-anak.

Artinya, kata dia, kelak menjadi ilmu pengetahuan, sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

"Jadi hal ini salah satu, edukasi dalam membentengi, termasuk derasnya arus informasi dan berita bohong (hoaks)," ungkapnya.

Lanjut Ketua K-SBSI Sulsel menjelaskan, Literasi sebagai Benteng dari Hoaks dan Kesalahan Sejarah

Sambung Daeng Lompo menegaskan,  pentingnya literasi agar masyarakat tidak mudah terjerumus dalam informasi yang keliru.

Menurutnya, minimnya literasi dapat membuat seseorang salah menilai persoalan besar, mulai dari isu geopolitik kontemporer seperti konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel, hingga peristiwa sejarah masa lampau.

"Sebagai contoh, ia menyinggung tragedi Karbala dalam sejarah Islam, dimana penduduk Kufah gagal membela Al-Husain, cucu Rasulullah SAW, akibat termakan propaganda dan disinformasi yang disebarkan oleh Dinasti Umayyah pada masa itu," paparnya. Peristiwa tersebut menurutnya, menjadi pelajaran penting bahwa rendahnya literasi dapat berakibat fatal, baik dalam skala individu maupun bangsa.

"Inilah pentingnya literasi bagi generasi bangsa ke depan, untuk menghadapi problem bangsa dan umat yang semakin kompleks," ujar Daeng Lompo.

Sementara itu, Rizkyana, relawan sekaligus Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, menyampaikan, Sekolah Literasi Jalanan menjadi katalis penting dalam dunia pendidikan informal. Kegiatan ini memadukan urgensi literasi dengan kesadaran lingkungan yang diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia dini.

Dalam pendampingan materi Gaya Hidup Bersih dan Sehat (GHBS), Rizkyana menilai antusiasme anak-anak sangat tinggi. 

"Alhamdulillah K-SBSI berhasil menghadirkan solusi efektif dalam mengenalkan kesadaran lingkungan, khususnya pemilahan sampah, kepada anak-anak tingkat Sekolah Dasar," terangnya.

Menurut Rizkyana, banyak keseruan yang saya dapatkan selaku relawan, baik dari sisi sosialisasi kepada anak-anak, aktualisasi gaya hidup bersih dan sehat, hingga membuka kesadaran pentingnya pemahaman pendidikan yang baik kepada anak-anak sekolah dasar.

Konsep Kegiatan:

Sekolah Literasi Jalanan Kota Makassar merupakan inisiatif K-SBSI Sulawesi Selatan untuk membangun kesadaran literasi dan lingkungan di ruang publik, menjangkau langsung anak-anak di lingkungan pasar dan sekitarnya.

Konsep Literasi ini diharapkan dapat menjadi model pendidikan alternatif yang berkelanjutan bagi generasi muda Kota Makassar.

kegiatan ini di dukung penuh oleh PT Pupuk Indonesia dalam hal ini Pupuk Kaltim PKT Bontang. (Luppix/RN-MKS)

Posting Komentar

0 Komentar