Momen Khutbah Idul Adha Di Masjid Nurul Jamaah Jl Barukan V Pattingalloang Baru Kec Ujung Tanah Makassar Dengan Susunan Acara Sebagai Protokol Abuhaer, Tata Cara Pelaksanaan Idul Adha Ustas Muh Zuhaer, SAg, Imam Sholat Idul Adha Ustas Muh Fanrul Rahim, Khatib Ustas Muh Hasyim Gaffar, Hg, Dilaksanakan Pada Rabu 10 Zulhijah 1447 H/27 Mei 2026. Pukul 07.00 Wita.
realitasnews.net --- Makassar, --- Suasana Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban Adalah Waktu Terbaik Bagi Umat Islam Untuk Mengingat Dan Meneladani Keteguhan Jiwa Nabi Ibrahim As Dan Puteranya Ismail As Keduanya Adalah Sosok Yang Teguh Dalam Iman Dan Taqwa.
Hari Raya Idul Adha saatnya meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail. Ketika Ibrahim bersedia mengorbankan Ismail demi perintah Allah SWT itu tidak semata ujian, tapi teladan tentang bagaiman menundukkan ego dan meletakkan cinta kepada Allah SWT di atas segalanya. Maka setiap insan beriman ditantang untuk mencaari seberkas keteladanan itu dalam dirinya, mengalahkan nafsu, melepas keterikatan duniawi, dan berani memilih jalan taat meski berat.
Di awal khutbah hari raya Idul Adha ini, marilah kita tundukkan hati dan lafatkan syukur kepada Allah SWT, yang dengan rahmat- Nya, masih memberikan kita kesehatan dan umur panjang untuk bisa hadir kembali melaksanakan shalat sunah Idul Adha, di hari yang penuh sejarah, penuh teladan, dan penuh pengorbanan.
Dihari yang mulia ini, saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, Taqwa yang tumbuh dari hati, jiwa, dan amal saleh yang ikhlas.
Ustasd Muh Hasyim Gaffar, Hg sebagai Khatib menyampaikan.dalam khutbahnya bahwa Hari Raya Idul Adha memperingati kesabaran dan kepasrahan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT. Teladan agung ini mengajarkan umat Islam makna keikhlasan yang sesungguhnya dan menempatkan cinta kepada Allah di atas segalanya.
Hakikat pengorbanan dan ketaatan dalam peristiwa kurban bermula dari ujian terberat bagi Ibrahim AS, yakni perintah Allah SWT yang datang melalui mimpi tiga kali berturut- turut untuk menyembeli Putra tercintanya. Nabi Ismail AS. Meskipun sangat menyayangi sang anak, Nabi Ibrahim membuktikan ketaatan mutlaknya dengan bersedia melaksanakan perintah tersebut. Ujian ini menujukkan bahwa kasih sayang kepada Allah harus selalu diutamakan di atas kasih sayang kepada makhluk lainnya," jelasnya.
Lebih lanjut Ustas Muh. Hasyim menjelaskan, bahwa mengenai esensi meneladani pengorbanan besar Nabi Ibrahim AS dapat menjadi referensi utama bagi para khatib dan sekalian jamaah saat berlangsungnya pelaksanaan sholat Idul Adha.
Keikhlasan dan kesabaran Nabi Ismail. Keteladanan ini tidak hanya datang dari sang ayah, tetapi juga dari Nabi Ismail AS saat diberitahu mengenai perintah tersebut. Nabi Ismail dengan penuh keikhlasan dan kesabaran menjawab. Wahai ayahku, Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar. Ketundukan Ismail menunjukkan bahwa ketaatan yang lahir dari keyakinan mendalam dapat mengalahkan rasa takut dan ego manusia.
Pada saat pelaksanaan Kurban Allah SWT melihat ketulusan dan keikhlasan mereka sebelum pisau menyentuh leher Nabi Ismail Allah mengutus malaikat Jibril untuk menggantinya seekor hewan sembelian yang besar dari Surga. Peristiwa ini membuktikan bahwa Allah tidak menginginkan darah atau daging kurban, melainkan ketaqwaan yang tartanam di dalam hari. Untuk memperdalam pemahaman dan mengambil hikmah secara penuh dari peristiwa sejarah ini," tutupnya. (Lis rn).






0 Komentar