Kegiatan Perpustakaan Ramah Anak Lautan Ilmu Di SD NEGERI CAMBAYA Makassar Di Buka Langsung Kadis Pendidikan Kota Makassar

Dalam Rangka Pembukaan Perpustakaan Ramah Anak Lautan Ilmu Di UPT SPF SDN CAMBAYA Kec Ujung Tanah Makassar Dibuka Langsung Oleh Kadis Pendidikan Kota Makassar ACHI SOLEMAN,, S. STP, M.Si Pada Senin 27 April 2026.

realitasnews.net --- Makassar, --- Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, S.STP, M.Si menyampaikan, bahwa Program perpustakaan ramah anak nasional dari Kemendikdasmen RI berfokus pada peningkatan literasi melalui lingkungan yang nyaman, koleksi buku berkualitas, dan kegiatan kreatif. Fokus utamanya mencakup membaca bersama, menulis ulasan buku, pemanfaatan koleksi digital, dan kegiatan literasi di perpustakaan sekolah/umum. 

Dari 400 sekolah yang ada di Kota Makassar ikut program perpustakaan ramah anak nasional yang lolos hanya 67 sekolah tahun 2026," jelasnya.

Program perpustakaan ramah anak nasional adalah kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan, Ramah dan Provinsi untuk membantu anak-anak mengembangkan kebiasaan membaca. Program ini menujukkan komitmen pemerintah pada tahun 2026 untuk memperluas akses buku," ucapnya.

 Selain itu, Kepala Sekolah UPT SPF SD NEGERI Cambaya Kecamatan Ujung Tanah Makassar HASANUDDIN, S. Pd, M. Pd  mengungkapkan, bahwa Kegiatan pembukaan ramah anak nasional di hadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar dan didampingi beberapa jajaranya. Program perpustakaan bertujuan meningkatkan literasi dengan menyediakan ruang baca yang aman, nyaman, dan koleksi buku menarik.

Pembukaan Program perpustakaan di UPT SPF SDN Cambaya Kecamatan Ujung Tanah Makassar kami beri nama judul Perpustakaan Ramah Anak Lautan ilmu, inovasi untuk anak Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kegemaran membaca sejak dini," ujarnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, Program perpustakaan ramah anak nasional adalah pelatihan bagi pendidik untuk memfasilitasi kegiatan membaca yang menarik bagi peserta didik.

Kami pesangkan kepada para guru pendidik dan kependidikan. Mengingat bahwa tantangan ke depan bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada konsistensi dalam mengelola dan memanfaatkan perpustakaan, bagaimana menjaga konsistensi agar anak-anak terus membaca , jangan sampai hanya ramai di awal, lalu menurun," tegasnya.

Disamping itu, Program perpustakaan ramah anak nasional tahun 2026 sebagai pusat literasi yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Program ini didukung oleh Kemendikdasmen untuk memastikan sarana bacaan yang sesuai usia, mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan gemar membaca di tingkat sekolah dasar," kuncinya. (Lis rn).

Posting Komentar

0 Komentar