UPT SPF SD INPRES PAJJAIANG 2 Makassar Menggelar Kegiatan ZOOM ECO ENZYME Pengurangan Sampah Organik 2025


Dalam Rangka Kegiatan  Pelatihan Zoom Pembuatan Eco Enzyme Pengurangan Sampah Organik Di TPA Siswa Kelas 6 UPT SPF SDI PAJJAIANG 2 Kec Biringkanaya 
Makassar Digelar Pada Senin 8 Desember 2025.

realitasnews.net -- Makassar, -- Kepala Sekolah UPT SPF SDI Pajjaiang 2 Kecamatan Biringkanaya Makassar Kurniati, S.Pd, M.Pd saat di temui awak media di ruang kerjanya belum lama ini menyampaikan, bahwa Kegiatan mengikuti pelatihan panduan umum pembuatan ECO Enzyme untuk pengurangan sampah organik di TPA memperdayakan kulit buah seperti kulit Pisang, Apel, Pepaya,dan Semangka, yang di rendang selama 4 hari khusus air PDAM, kecuali buah yang tidak bisa digunakan adalah bahan keras, bergetah dan berlemak seperti kulit Durian, Salak, Nangka, Kelapa, dan  Alpukat," jelasnya.

Selain itu, Ia juga mengatakan, untuk mendukung gerakan nasional pengurangan sampah organik, ada beberapa webinar tentang pengelolaan sampah diadakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar.



Menurut Pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup ((DLH) menjelaskan, bahwa Kegiatan Zoom Eco Enzyme ini di sekolah- sekolah dilaksanakan secara serentak di wilayah Kota Makassar.

Adapun aturannya adalah caranya direndang selama 4 hari khusus air PDAM dalam pengawasan, baru bisa digunakan," ungkapnya.

Lebih lanjut  Kurniati menjelaskan, bahwa Dalam kegiatan Zoom Eco Enzyme ini yakni mengikuti pelatihan peserta didik adalah panduan pembuatan dan memperdayakan kulit buah bisa juga jadi kompos tanaman atau membersihkan Toilet,  kamar mandi untuk menjaga buah bakteri atau jamur.

Kegiatan ini adalah Gerakan Nasional pengelolaan limbah organik melalui pembuatan ECO Enzyme dapat mencatatkan sejarah baru para peserta didik. 

Kegiatan mengikuti Zoom Pembuatan Eco Enzyme ini, para peserta didik bukan sekedar pencapaian rekor, tetapi gerakan perubahan cara keluarga indonesia mengelolah limbah rumah tangga.

Diharapkan mampu meneruskan edukasi dan implementasi ECO Enzyme secara berkelanjutan di wilayah masing-masing, terutama pelajar-pelajar agar bisa mereka memahami dan menerapkannya," terangnya. (Lis rn).

Posting Komentar

0 Komentar