Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Makassar Menyelenggarakan Kegiatan STOP Perundungan Dan Kekerasan Peserta Didik Pada Satuan Pendidikan Jenjang SD Tahun 2025 Bertempat Di SD ATHIRAH Pada Jumat 24 Oktober 2025.
realitasnews.net -- Makassar, -- Pelaksanaan kegiatan STOP Perundungan dan Kekerasan Peserta Didik berlangsung di SD ATHIRAH pada hari Jumat 24 Oktober 2025 di hadiri Nara Sumber
1: Husmirah Husain, ST M, Hum dari Aktifis Perlindungan Anak.
2 : IPDA Sitti Aisyah, S.Sos, MH Kasubnit II PPA Polres
3 : Dr Fadiah Machmud, Pegiat NGO Sulawesi Selatan. dan sejumlah Kepala Sekolah Kecamatan Tallo Makassar.
Husmirah Husain, ST.M, Hum selaku Aktifis Perlindungan Anak dalam sambutanya menyampaikan, bahwa kegiatan Stop perundungan dan kekerasan peserta didik tahun 2025 ini melibatkan sosialisasi, deklarasi, dan pembentukan program anti- bullying. Sudah banyak sekolah dan instansi mengadakan acara kegiatan seperti penyuluhan oleh kepolisian, sosialisasi dari organisasi, hingga penguatan tim pencegahan kekerasan di sekolah," jelasnya.
Lanjut Ia mengatakan, Perundungan adalah perilaku yang menyakiti, mengintimidasi, dan merendahkan orang lain, baik secara fisik, verbal, maupun sosial. Perilaku tidak baik satu ini sering terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini tentu saja menggangu proses belajar siswa di sekolah. Lingkungan sekolah yang harusnya aman dan nyaman, tetapi malah memberikan ancaman dan rasa takut jika terjadi perundungan di dalamnya.
Olehnya itu, Guru dan Orang tua murid harus melakukan aksi nyata untuk mengatasi masalah ini dengan membangun lingkungan sekolah yang positif. Lingkungan sekolah yang memilki budaya positif dan inklusif menjadi langkah awal dalam mencegah dan mengatasi perundungan di sekolah. Lingkungan sekolah akan menjadi tempat yang mana siswa maupun dengan guru di sekolah demi mewujudkan lingkungan sekolah yang inklusif dan positif," tutur Husmirah.
Selain itu, IPDA Sitti Aisyah, S.Sos, MH selaku Subnit II Polres mengungkapkan, bahwa kegiatan ini juga mencakup edukasi bahaya bullying, pembentukan lingkungan sekolah yang positif, dan penyediaan dukungan bagi korban. Bentuk kegiatan di tahun 2025 ini adalah penyuluhan sosialisasi Bhabinkamtibmas melakukan penyuluhan tentang bahaya bullying, danpak fisik dan mental serta pentingnya saling menghargai antar siswa.
Terbentuknya Tm Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Satuan Pendidikan ( TPPKSP) juga menjadi bagian dari penguatan upaya pencegahan. Bahwa penerapan kebijakan dan dukungan kebijakan anti-bullying yang tegas di sekolah, menyediakan dukungan dan perlindungan bagi korban, seperti layanan konseling, serta mengajarkan siswa untuk melawan bullying secara baik dan membantu pelaku untuk menghentikan perilaku buruknya," ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Fadiah Machmud selaku Pegiat NGO Sulawesi Selatan juga menjelaskan, bahwa Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan siswa akan bahaya perundungan, maka harus ada edukasi tentang perundungan kepada siswa di sekolah. Edukasi yang bisa diberikan seperti dampak perundungan dan cara melaporkan tindakan perundungan tersebut. Edukasi tentang perundungan ini bisa sekolah laksanakan dalam seminar poster di majalah, dinding, dan program sosialisasi tentang hak- hak perlindungan anak.
Mari kita jadikan siswa sebagai agen perubahan. Lingkungan sekolah yang positif dan mendidik siswa tentang keterampilan sosial akan menjadikan siswa aktif dalam berbagai kegiatan positif di sekolah. Dengan demikian, siswa pun bisa dijadikan sebagai agen perubahan untuk mencegah dan mengatasi perundungan yang terjadi di sekolah. Siswa juga yang memiliki peran dalam mengatasi dan mencegah perundungan di sekolah bisa lebih aktif dan efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut," ucapnya.
Disamping itu, peserta didik dapat menjadi agen perubahan ini bisa menyediakan ruang untuk teman- temanya yang menjadi korban perundungan untuk bercerita dan mendiskusikan masalah yang dihadapi, siswa yang menjadi perundungan harus mendapatkan tindakan dari sekolah, baik pelaku maupun korban harus mendapatkan layanan konseling agar bisa mengatasi masalah perundungan yang terjadi," tutupnya ( Lis rn).




0 Komentar