Forum Pemerhatin Adat Budaya Nusantara Resmi Dibentuk Untuk Merevitalisasi Nilai-Nilai Adat Budaya Nusantara



Ketua Umum Forum Pemerhati Adat Budaya Nusantara Muh Tahir Sila Dg Lanti Mengajak Para Pelaku Penggiat Adat Budaya Untuk Mensukseskan MTQ Di Kabupaten Maros Berita Ini Diturunkan Pada Jumat 10 April 2026.

realitasnews net --- Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945  dan UUD terkait pelestarian budaya Forum Pemerhati Adat Budaya Nusantara (FPABN) bertekad untuk melestarikan adat istiadat menjadi mediator dalam konflik adat, menyelenggarakan kegiatan budaya dan membangun jaringan budaya lintas daerah. 

Dengan semangat  membara dan bersatu FPABN siap menjadi simpul baru dalam upaya pelestarian budaya di Indonesia untuk menjembatani tradisi dan masa depan bangsa.



Muh.Tahir selaku Ketua Umum beserta para pengurus FPABN 
sangat merespon dan mendukung Pemerintah Kabupaten Maros yang siap menjadi tuan rumah  dalam kegiatan Musabaqa Tilawatil Qur'an (MTQ)  tingkat provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros yang 
membuktikan keseriusan pemerintah untuk menjadikan kabupaten Maros sebagai daerah religius tentunya dengan semangat kegiatan MTQ akan banyak melaksanakan kegiatan -kegiatan keagamaan seperti saat ini.

"Maka dari itu, diharapkan masyarakat Kabupaten Maros dengan terlaksananya kegiatan MTQ dapat menambah pengetahuan keagamaan dan dapat menanamkan nilai-nilai Adab pada dirinya," ucapnya 

Lebih lanjut Muh Tahir  menyampaikan, bahwa dengan memahami nilai-nilai petunjuk agama maka tentu orang itu akan berahlak mulia baik di dalam kehidupan bermasyarakat, sama halnya orang -orang yg menjaga Adat Budaya.

Pesan -pesan leluhur mereka akan selalu jaga Adat pada dirinya yg akan menjadi cermin dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga acara kegiatan MTQ ini dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses. 

Kami juga berharap, kepada segenap panitia agar bekerja keras tanpa pamri demi suksesnya acara MTQ kerena jika acara ini sukses maka panitia akan mendapatkan ucapan selamat tapi jika acara MTQ ini berjalan kurang baik utamanya pelayanan terhadap para peserta maka dampak negatif bukan cuma kepada panitia tapi juga berdampak kepada masyarakat kabupaten Maros," ujarnya.

Menurutnya, Forum ini memiliki lambang yang sarat dan makna, menggambarkan keseimbangan, persatuan dan cinta terhadap budaya leluhur, serta kemakmuran dan keadilan sosial," kuncinya. (Lis rn/Thr).

Posting Komentar

0 Komentar