Banjir Manusia, Di Maulid Nabi Muhammad SAW Masjid Nur Alam Nur Bersama Ustadz Das'ad Latif

Ketua Takmir Masjid Nur Alam Nur, Dr. Ir. H. Muhajir Paga, MM memberikan sambutan di Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 

  
Ustadz kondang, lebih sejuta flower di setiap akun media sosial Ustadz Dr. H. Das'ad Latif, Ph.D dan gaya ceramah yang komunikatif dan penuh guyonan dengan jamaah, membuat suasana hidup  pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Di Masjid  Nur Alam Nur Perumahan Lili, Jalan  Boulevard Makassar,  Senin 15 September 2025/ 22 Rabiul Awal/ 1447 H.

realitasnews.net -- Makassar, -- Didepan ratusan jamaah yang hadir pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nur Alam Nur.

Menurut Ketua Takmir Masjid Nur Alam Nur, Dr. Ir. H. Muhajir Paga, MM, pada sambutannya berterima kasih pada Ustadz Das'ad Latif yang sudah bersedia meluangkan waktu dan kesempatan untuk mengisi ceramah Maulid di masjid ini.

Muhajir mengakui, bahwa hari, tanggal dan waktu maulid di masjid ini, beliau yang menentukan, sehingga kami ikut saja dengan jadwal beliau. Kebetulan juga, beliau adalah tetangga dan jamaah di Masjid Nur Alam Nur.

"Alhamdulillah, meski sangat padat jadwal kegiatan Ustadz Das'ad Latif, kami masih diberikan waktu luang untuk mengisi ceramah Maulid di masjid ini, terima kasih pak ustadz atas kesediaannya," ucapnya 


Sementara penceramah Ustadz Dr. H. Das'ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., dalam ceramahnya mengajak jamaah masjid meneladani Nabi Muhammad SAW. 

Lanjut Ustadz Das’ad Latillf mengatakan,  peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rasa syukur adanya Rasulullah Muhammad SAW, namun menjadi momentum untuk meneladani Nabi, dengan mengetahui sejarahnya.

“Sungguh pada diri Muhammad itu ada contoh teladan yang sangat baik,” ujarnya.


Sambung Das’ad  menuturkan, peringatan maulid  tidak perlu dipermasalahkan. Karena menurutnya, dalam pelaksanaan maulid, diceritakan akhlak mulia Nabi, sehingga jamaah maulid dapat mencontoh dan meniru perilaku, ucapan, dan sifat-sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Semua perilaku adalah suritauladan yang baik, tentang cara Nabi makan, bagaimana Nabi bertetangga, bagaimana Nabi tidur, itumi yang diceritakan  di maulid,” tuturnya.

Sesekali Ia memberikan guyonan dan candaan membuat semua hadirin tertawa. 

“Jadi saudara saudara yang tidak mau maulid silahkan, kami tidak celah kamu, tapi jangan kamu bilang kami yang maulid ini sesat,” tandasnya.


Lanjut Das'ad mengatakan, carikan  hadist, yang melarang  orang pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Nah, kata dia,  dalam setiap Maulid pembacaan Al Qur'an, seperti yang kita dengarkan tadi, acara  didahului pembacaan ayat suci Al-Qur’an,” katanya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dalam memperingati maulid,  ada ceramah. Kasih tahu saya ayatnya yang melarang orang dengar ceramah, mana?” tanyanya.

Selain itu, Ustaz Das’ad Latif menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan maulid, selain pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan ada ceramah, juga ada  mempererat silaturahmi, dan keempat ada sedekah.


Sebelum acara puncak ceramah agama hikmah maulid, dilaksanakan sejumlah kegiatan, diantaranya  shalat isya berjamaah, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sholawat oleh majelis taklim Masjid Nur Alam Nur. 
 
Dalam acara itu, Ustaz Das’ad Latif, yang mengenakan baju berciri khasnya koko putih bergaris  lengkap dengan kopiah, didampingi Ketua yayasan Masjid (pemilik) Masjid, H. Syamsu Alam, bersama Ketua Takmir Masjid, H. Muhajir Paga dan H. Haris.


Menurut salah seorang jamaah Masjid Nur Alam Nur, dia prediksi jamaah yang hadir sekira lebih 300 orang. 

"Hal tersebut tampak terlihat dari dalam sampai seluruh area jalan depan dan samping masjid "banjir manusia" dan semuanya berjalan lancar dan aman," unjarnya sembari ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadz Das’ad Latif. (lis-erw rn).

Posting Komentar

0 Komentar