Oleh Ustadz Ahmad Hidayat
Imam Sayid Ali Khamenei hf. dalam bukunya *Manusia 250 Tahun* Menyebutkan bhw jika dibuat simpulan sederhana tentang kehidupan Imam Ali bin Abi Thalib as. Maka ada 3 hal yg akan terungkap dan menjadi pelajaran bagi kita dibalik duka, kesedihan dan tangisan para Pencinta/Pengikutnya atas musibah malam 19 dan 21 Ramadhan.
1. Pengorbanan (Itsar) adalah sikap yang mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingan dirinya, berkorban untuk kebangkitan Agama dgn menggunakan segala kompetensi, kemampuan, kekuatan dan fasilitasnya. Sejak usia 5 tahun Ali telah mendampingi Nabi saw merenung dan beribadah bahkan ke Gua Hira' sampai turunnya wahyu. Sbgmn Fathimah az.Zahra yg juga masih dalam usia 5 tahun ketika ibundanya Khadijah al Kubra meninggal dunia Fathimah telah disebut oleh Nabi saw sebagai Ummu Abiha.
Sejak usia belia itulah Ali hingga 23 thn mendampingi Nabi, serta dgn sabar 25 thn menyaksikan orang lain mengambil haknya sebagai khalifah Ummat, dan 5 tahun pemerintahannya digerundung dengan peperangan -- Jamal, Siffin dan Nahrawan-- Ali berdiri kokoh laksana baja yg tak tergoyahkan. Ali tdk pernah tinggal diam berpangku tangan, Ali selalu hadir ditengah berbagai masalah ummat, melakukan perbaikan, walau berisiko dgn Nyawanya yg mulia dan berharga. Ali selalu tampil terdepan mengorbankan semua -lahir & bathin.
2. *Ketertindasan*. Ali yg mengikuti dan paling merasakan betapa kerasnya penolakan manusia atas dakwah Nabi saw. Ali sbgmn Nabi, dalam semua peperangan yg paling menentukan selalu dipilih Nabi untuk membuka dan meraih kemenangan. Sebagai orang yg paling dicintai dan dekat dgn Nabi, Ali paling merasakan sakit dan derita bgmn Nabi disakiti dan dikhianati. Ketika menjelang Nabi meninggal, Ali menyaksikan bgmn Raut Wajah Nabi yg memikirkan keadaan alQuran dan Ahlul Bait as yg akan dikhianati ummat. Ali menyaksikan orang2 tidak peduli pada *jazat suci Nabi* ditinggalkan untuk membicarakan pengambilalihan kepemimpinan Ummat. Ali menderita ketika menyaksikan Putri Nabi, kekasih dan Istrinya dilabrak oleh orang2 yg akan memaksakan baiat dari keluarganya untuk penguasa baru yg ditunjuk melalui musyawarah. Ali tertindas tidak saja ketika 25 thn masa pemerintahan 3 khalifah bahkan ketika 5 tahun menjadi khalifah pun Ali menyasikannya dan dikorbankan.
3. *Kemenangan*. Ali dalam seluruh rangkaian hidupnya yg penuh dgn pengorbanan dan ketertindasan, Ali selalu keluar sebagai *Pemenang*. Ali memenangkan semua medan dan laga. Ali menang dalam pelayanan terhadap nasib manusia, Ali memenangkan semua pembelaannya terhadap Mustadhafin, anak yatim, janda2 miskin, orang2 tua jompo. Ali memenangkan semua fitnah yg diarahkan kepadanya selama 70 tahun. *Bahkan ketika mereka yg meramu dan merumuskan Fitnah terhadapnya telah dilupakan sejarah, Ali justru semakin hadir dan hidup harum semerbak dalam jiwa-jiwa manusia Merdeka.*
ومن الناس من يشرى نفسه ابتغاء مرضاةالله
"...*dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah (Qs. 2: 207)*.
*Suatu ketika di bulan Ramadhan, Nabi saw berkhotbah, ditengah khotbahnya, nabi terhenti menangis dgn amat sedih. Ali bertanya ya Rasulallah, Apa gerangan yg membuatmu menangis sedih.? Nabi suci itu menjawab. Yaa Ali, disaat seperti ini, kepala mu akan ditebas oleh manusia paling terkutuk. Mendengar jawaban itu tdk tampak sedikitpun gelisah, galau atau ketakutan pada Ali. Ali kemudian bertanya, "Apakah dgn kematian seperti itu agama ku selamat, ya Rasulallah?* *Ali tidak bertanya bagaimana menyelamatkan hidupnya, hartanya, kedudukannya, keluarganya atau segala sesuatu yg melekat pada dirinya. Ali justru menanyakan tentang keadaan Agamanya.*
*Sekali lagi, Ali memenangkan akhir hidupnya dengan meneguk Cawan Syahadah diatas Mihrab dalam puncak pengabdiannya.*
*Terkutuklah Pembunuh Ali as....!!!*
Saudara ku....! *Ikutkan saya dalam setiap munajat dan doa-doa Antum.*
Jkt. 18 Ramadhan 1445.
**Mengenang Maulaku Ali as*
Imam Sayid Ali Khamenei hf. dalam bukunya *Manusia 250 Tahun* Menyebutkan bhw jika dibuat simpulan sederhana tentang kehidupan Imam Ali bin Abi Thalib as. Maka ada 3 hal yg akan terungkap dan menjadi pelajaran bagi kita dibalik duka, kesedihan dan tangisan para Pencinta/Pengikutnya atas musibah malam 19 dan 21 Ramadhan.
1. *Pengorbanan* (Itsar) adalah sikap yang mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingan dirinya, berkorban untuk kebangkitan Agama dgn menggunakan segala kompetensi, kemampuan, kekuatan dan fasilitasnya. Sejak usia 5 tahun Ali telah mendampingi Nabi saw merenung dan beribadah bahkan ke Gua Hira' sampai turunnya wahyu. Sbgmn Fathimah az.Zahra yg juga masih dalam usia 5 tahun ketika ibundanya Khadijah al Kubra meninggal dunia Fathimah telah disebut oleh Nabi saw sebagai Ummu Abiha.
Sejak usia belia itulah Ali hingga 23 thn mendampingi Nabi, serta dgn sabar 25 thn menyaksikan orang lain mengambil haknya sebagai khalifah Ummat, dan 5 tahun pemerintahannya digerundung dengan peperangan -- Jamal, Siffin dan Nahrawan-- Ali berdiri kokoh laksana baja yg tak tergoyahkan. Ali tdk pernah tinggal diam berpangku tangan, Ali selalu hadir ditengah berbagai masalah ummat, melakukan perbaikan, walau berisiko dgn Nyawanya yg mulia dan berharga. Ali selalu tampil terdepan mengorbankan semua -lahir & bathin.
2. *Ketertindasan*. Ali yg mengikuti dan paling merasakan betapa kerasnya penolakan manusia atas dakwah Nabi saw. Ali sbgmn Nabi, dalam semua peperangan yg paling menentukan selalu dipilih Nabi untuk membuka dan meraih kemenangan. Sebagai orang yg paling dicintai dan dekat dgn Nabi, Ali paling merasakan sakit dan derita bgmn Nabi disakiti dan dikhianati. Ketika menjelang Nabi meninggal, Ali menyaksikan bgmn Raut Wajah Nabi yg memikirkan keadaan alQuran dan Ahlul Bait as yg akan dikhianati ummat. Ali menyaksikan orang2 tidak peduli pada *jazat suci Nabi* ditinggalkan untuk membicarakan pengambilalihan kepemimpinan Ummat. Ali menderita ketika menyaksikan Putri Nabi, kekasih dan Istrinya dilabrak oleh orang2 yg akan memaksakan baiat dari keluarganya untuk penguasa baru yg ditunjuk melalui musyawarah. Ali tertindas tidak saja ketika 25 thn masa pemerintahan 3 khalifah bahkan ketika 5 tahun menjadi khalifah pun Ali menyasikannya dan dikorbankan.
3. *Kemenangan*. Ali dalam seluruh rangkaian hidupnya yg penuh dgn pengorbanan dan ketertindasan, Ali selalu keluar sebagai *Pemenang*. Ali memenangkan semua medan dan laga. Ali menang dalam pelayanan terhadap nasib manusia, Ali memenangkan semua pembelaannya terhadap Mustadhafin, anak yatim, janda2 miskin, orang2 tua jompo. Ali memenangkan semua fitnah yg diarahkan kepadanya selama 70 tahun. *Bahkan ketika mereka yg meramu dan merumuskan Fitnah terhadapnya telah dilupakan sejarah, Ali justru semakin hadir dan hidup harum semerbak dalam jiwa-jiwa manusia Merdeka.*
ومن الناس من يشرى نفسه ابتغاء مرضاةالله
"...*dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah (Qs. 2: 207)*.
*Suatu ketika di bulan Ramadhan, Nabi saw berkhotbah, ditengah khotbahnya, nabi terhenti menangis dgn amat sedih. Ali bertanya ya Rasulallah, Apa gerangan yg membuatmu menangis sedih.? Nabi suci itu menjawab. Yaa Ali, disaat seperti ini, kepala mu akan ditebas oleh manusia paling terkutuk. Mendengar jawaban itu tdk tampak sedikitpun gelisah, galau atau ketakutan pada Ali. Ali kemudian bertanya, "Apakah dgn kematian seperti itu agama ku selamat, ya Rasulallah?* *Ali tidak bertanya bagaimana menyelamatkan hidupnya, hartanya, kedudukannya, keluarganya atau segala sesuatu yg melekat pada dirinya. Ali justru menanyakan tentang keadaan Agamanya.*
*Sekali lagi, Ali memenangkan akhir hidupnya dengan meneguk Cawan Syahadah diatas Mihrab dalam puncak pengabdiannya.*
*Terkutuklah Pembunuh Ali as....!!!*
Saudara ku....! *Ikutkan saya dalam setiap munajat dan doa-doa Antum.*
Jakarta, 18 Ramadhan 1445.
Penulis adalah salah seorang Pengurus Ormas DPP ABI dan aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial

0 Komentar