UPT SPF SD Inpres Nipa-Nipa Meraih Juara 1 Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SD/Swasta Se-Kota Makassar 2026

Siswi UPT SPF SD Inpres Nila-Nipa Kec Manggala Makassar Atas Nama Adiba Shakila Khanza Keluar Sebagai Juara 1, SDI Jongaya Juara 2, Dan SDI Cambaya Juara 3 Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Semarak Sastra Pesona Aksara Jenjang SD/Swasta Se-Kota Makassar Bertempat Di Hotel Karebosi Premier Pada Kamis 5 November 2026.

realitasnews.net --- Makassar, --- Upaya Melestarikan Bahasa Daerah Terus Diperkuat Melalui Penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kota Makassar Jenjang SD Menjadi Ruang Bagi Generasi Muda Untuk Menunjukkan Kecintaan Sekaligus Kebanggaan Terhadap Bahasa Ibu. 
Kepala Sekolah UPTD SPF SDI Nipa-Nipa Kecamatan Manggala Makassar Irmawati, S. Pd, M. Pd menyampakkan kepada awak media bahwa Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) adalah Ajang kompetisi merupakan bagian dari program pelestarian dan revitalisasi Bahasa Daerah (Bahasa Makassar) juga diisi dengan berbagai cabang lomba seperti Parodi, Baca Puisi, Mendongeng, Aksara Lontara, Menulis cerita pendek berbahasa daerah ( Bugis Makassar), Cerpen, hingga Komedi tunggal berbahasa daerah. 
Atas Anjuran Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman bahwa setiap sekolah diwajibkan mengikuti Kegiatan Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). 

Ini salah satu momen kompetisi untuk tampil keberanian anak-anak menggunakan bahasa daerah di ruang publik menjadi indikator penting bahwa revitalisasi bahasa tidak berhenti pada dokumentasi, tetapi telah masuk ke ruang praktik sosial. 
Lebih dari sekedar kompetisi FTBI menjadi ruang bagi para pemenang festival bahasa ibu tingkat Kota Makassar. Menujukkan dedikasi nyata menjaga bahasa ibu tetap hidup  di daerah masing-masing," ujarnya. 

Selain itu, Irmawati juga mengatakan, Kegiatan lomba ini sebagai upaya melestarikan bahasa daerah serta menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini yang merujuk pada merdeka belajar siswa. 

Tujuan kegiatan adalah menanamkan kecintaan, kebanggaan  serta merawat identitas budaya lokal agar tidak punah di kalangan generasi muda. 

Semangat anak-anak dalam mengikuti festival justru menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap bahasa daerah masih tumbuh kuat" ungkapnya. 

Disamping itu, Semangat dan gairah peserta maupun simpatisan untuk mendukung kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu 

"Berharap semoga penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang dapat semakin semarak dan menjangkau lebih banyak peserta. Karena kegiatan ini bukan sekedar ajang perlombaan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah," tutupnya. (Lis rn).

Posting Komentar

0 Komentar