Tim PKM FT UNM Bekali Siswa SMK Jiwa Enterpreneur Dan Kenalkan Business Model Canvas

“Kami ingin membekali siswa dengan mindset bahwa setelah lulus, pilihan mereka tidak hanya bekerja di industri sebagai karyawan. Kompetensi yang diperoleh di SMK juga dapat dikembangkan untuk menciptakan usaha dan lapangan kerja".

realitasnews.net - Gowa,-- Membangun jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki prospek yang sangat cerah. Pasalnya, tuntutan dunia usaha semakin kompetitif.

Mencermati hal tersebut, Tim dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) membekali siswa SMKN 5 Gowa dengan keterampilan merancang model bisnis melalui pelatihan Business Model Canvas (BMC), dilaksanakan pada 21 Agustus 2026. 

Menurut Anggota Tim PKM FT UNM, Muhammad Farid mengatakan, kegiatan yang berlangsung di Smart Classroom 4.0 SMKN 5 Gowa tersebut, merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) FT UNM yang dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM. 

"Tim PKM FT UNM diketuai Ir. Syakia Muflihat, S.T., M.T., CSCA., dengan anggota Ir. Muhammad Farid, S.Pd., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dan Ir. Ismail Aqsa, S.Pd., M.Pd., IPP.," katanya.

Lanjut Farid menjelaskan, Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengidentifikasi peluang usaha yang dapat dikembangkan berdasarkan kompetensi keahlian yang mereka miliki.

"Selain mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, siswa juga didorong melihat kewirausahaan sebagai salah satu pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan di SMK," jelas Farid.

Sementara Wakil Kepala SMKN 5 Gowa Bidang Humas dan Industri, Muhammad Ilyas, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dapat memperkuat kompetensi kewirausahaan siswa sekaligus melengkapi pembelajaran yang telah diperoleh di sekolah. 

“Melalui pelatihan ini, siswa memeroleh wawasan tambahan yang melengkapi pembelajaran dari guru, khususnya bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha,” tandas Ilyas. 

Anggota Tim PKM FT UNM, Muhammad Farid memaparkan, pelatihan tersebut juga diarahkan untuk membangun pola pikir kewirausahaan di kalangan siswa SMK.

Farid mengakui, kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan kejuruan tidak hanya dapat digunakan untuk memasuki dunia industri sebagai tenaga kerja, tetapi juga dapat menjadi modal untuk membangun usaha secara mandiri. 

“Kami ingin membekali siswa dengan mindset bahwa setelah lulus, pilihan mereka tidak hanya bekerja di industri sebagai karyawan. Kompetensi yang diperoleh di SMK juga dapat dikembangkan untuk menciptakan usaha dan lapangan kerja,” ujar Farid.

Belajar Merancang Model Bisnis

Pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik menyusun Business Model Canvas. 

Dalam suasana pelatihan, Ketua Tim PKM, Syakia Muflihat, memberikan pemahaman mengenai konsep dasar BMC dan penerapannya dalam mengembangkan ide usaha. 

Peserta, kata Syakia, diperkenalkan dengan sembilan elemen utama BMC, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners, dan Cost Structure.

"Intinya, agar lebih mudah dipahami, materi disampaikan menggunakan contoh usaha yang dekat dengan kompetensi siswa SMK. Salah satunya adalah usaha jasa servis AC mobil," paparnya.

Melalui contoh tersebut, sambungnya, siswa diajak melihat bagaimana keterampilan teknis dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis yang memiliki nilai ekonomi. 

"Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung berlatih menyusun model bisnis. Mereka dibagi dalam kelompok dan diberikan lembar BMC untuk mengembangkan ide usaha berdasarkan keterampilan, minat, serta masalah dan peluang yang ditemukan di lingkungan sekitar," jelasnya.

Sementara Proses penyusunan model bisnis tersebut dipandu anggota Tim PKM, Ismail Aqsa. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan konsumen yang akan dilayani, nilai yang ditawarkan, sumber daya dan aktivitas utama, mitra usaha, hingga sumber pendapatan dan struktur biaya. 

Menurut Ismail mengatakan, melalui latihan tersebut, siswa diarahkan memahami bahwa kompetensi kejuruan tidak hanya menjadi bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk atau layanan yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar.

"Guru SMKN 5 Gowa, Syamsuddin, S.Pd., Gr., yang turut mendampingi peserta selama pelatihan, mengapresiasi kegiatan PKM FT UNM dan menyampaikan ucapan erima kasih atas dipilihnya SMKN 5 Gowa sebagai mitra pelaksanaan kegiatan.," tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan diskusi antara tim dosen FT UNM, pimpinan sekolah, dan guru mengenai peluang pengembangan kerja sama lanjutan. Sejumlah program yang dibahas meliputi pendampingan pembelajaran, pelatihan intensif, serta kegiatan penelitian yang melibatkan dosen dan mahasiswa UNM.

Posting Komentar

0 Komentar