Melalui program literasi ini, K-SBSI berharap dapat berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa serta membekali generasi muda dengan literasi yang memadai untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks
realitasnews.net - Makassar, — Membangun kecerdasan anak bangsa, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, di era globalisasi saat ini, perkembangan karakter dan pengaruh pergaulan anak sarat dengan berbagai tantangan.
Mencermati hal tersebut, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan "Sekolah Literasi Jalanan Kota Makassar" pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 14.00 WITA hingga selesai, bertempat di Pampang, Makassar.
Menurut Ketua K-SBSI Sulsel, M. As Jufri (akrab disapa Daeng Lompo) bahwa kegiatan ini merupakan program literasi yang menyasar anak-anak dari kalangan menengah ke bawah, termasuk anak pedagang kaki lima (PKL), anak jalanan, pengasong, dan pengamen yang tergabung dalam jaringan Federasi Niaga di bawah naungan K-SBSI.
"Perubahan Sasaran, Dari Lampu Merah ke Perumahan Padat Penduduk," ungkapnya.
Lanjut Ketua K-SBSI Sulsel, menjelaskan rencana awal kegiatan ini menyasar anak jalanan di persimpangan lampu merah Kota Makassar.
Namun, kata Daeng Lompo, berdasarkan arahan Dinas Sosial Kota Makassar, populasi anak-anak di titik-titik lampu merah kini sudah semakin jarang ditemukan.
"Atas dasar itu, panitia mengalihkan sasaran kegiatan ke kawasan perumahan padat penduduk dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah," katanya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan Federasi Niaga, salah satu federasi di bawah Konfederasi K-SBSI yang menaungi pedagang kaki lima, anak jalanan, pengasong, dan pengamen.
"Jadi melalui program literasi ini, K-SBSI berharap dapat berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa serta membekali generasi muda dengan literasi yang memadai untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks," jelasnya.
Kegiatan ini, kata Daeng Lompo, bekerja sama dengan PT PUPUK Indonesia dalam hal ini Pupuk Kaltim PKT Bontang
Belajar Sambil Bermain.
Kegiatan, kata dia, diisi dengan pendampingan dari relawan Sekolah Literasi Jalanan Kota Makassar.
Salah seorang relawan, Aulya Azkiah, menyampaikan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bersama yang tidak hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga memadukan cerita, permainan, menggambar, dan bernyanyi agar proses belajar terasa menyenangkan bagi anak-anak.
Melalui pendekatan ini, kata Aulya Azkiah menerangkan, panitia berharap anak-anak peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih kreatif, percaya diri, berani mencoba hal baru, serta terbiasa saling menghargai dan saling membantu satu sama lain.
Jajaran Pendamping Kegiatan
Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran pengurus dan relawan K-SBSI Sulawesi Selatan, di antaranya:
Ketua K-SBSI Sulsel — M As Jufri Dg Lompo
Ketua Program K-SBSI — Asman Abdullah
Ketua Konsolidasi — M. Ruslan Effendi
Pengurus K-SBSI Kota Makassar — Kamal, Armin, Anwar
Bendahara — Darmawati
Tim Relawan — Rezkiana, Haikal, Agung, Tri
Tentang Kegiatan
Sekolah Literasi Jalanan Kota Makassar merupakan inisiatif K-SBSI Sulawesi Selatan untuk memperluas akses literasi bagi anak-anak dari kalangan pekerja informal perkotaan. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut secara berkala guna memberikan dampak jangka panjang bagi pendidikan anak-anak di lingkungan padat penduduk Kota Makassar.
Narahubung:
Panitia Pelaksana — Sekolah Literasi Jalanan Kota Makassar
K-SBSI Sulawesi Selatan
Makassar, 12 Juli 2026
(As/RN-BTG)





0 Komentar