realitasnews.net - BANTAENG-,Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menyerahkan benih padi unggul kepada petani dan uji rasa sembilan varietas adaptif iklim, di UPTD Balai Benih Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Desa Biangkeke Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng, Kamis (16/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Pertanian dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani. Program ini diharapkan mampu memberikan hasil produksi yang lebih baik dan berkelanjutan
Bupati Bantaeng, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari program prioritas Kabupaten Bantaeng, yaitu mewujudkan Kabupaten Bantaeng yang mandiri benih.
"Jika kita lihat, Kabupaten Bantaeng diarahkan menjadi kabupaten benih berbasis teknologi. Program ini telah dimulai sejak tahun 2025 lalu dan berlanjut pada tahap kedua di tahun 2026, di mana kita sudah mulai melakukan penyebaran benih kepada petani," ujarnya.
Dikatakannya, bahwa penyaluran benih dilakukan dengan perhitungan sekitar 25 kg per hektare, yang terdiri dari delapan varietas padi. Pembagian ini merupakan kelanjutan dari program mandiri benih yang telah dilaksanakan sejak tahun 2025.
"Ternyata banyak petani yang terbantu dengan adanya program mandiri benih ini. Pertama, dari segi kualitas benih yang dihasilkan alhamdulillah cukup baik," katanya.
Bupati menambahkan, produksi benih secara massal masih dilakukan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Bantaeng menargetkan pada tahun 2028 kebutuhan benih untuk seluruh wilayah Kabupaten Bantaeng sudah dapat terpenuhi.
Menurutnya, para penerima benih yang berasal dari kelompok tani, termasuk anggota KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), diharapkan dapat rutin melaporkan perkembangan tanaman kepada petugas penyuluh lapangan (PPL).
Hal tersebut penting karena program ini juga menjadi bagian dari riset untuk mengetahui kesesuaian varietas dengan kondisi lahan di masing-masing wilayah.
"Kita ingin melihat varietas mana yang paling cocok di setiap kecamatan, karena kondisi tanah di setiap desa dan kelurahan berbeda. Dari hasil itulah nanti kita tentukan varietas yang akan diproduksi secara massal," jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan bahwa pada tahun ini petani berpotensi menghadapi tantangan cuaca ekstrem, sebagaimana informasi dari BMKG, yang memprediksi kemungkinan terjadinya musim kemarau panjang. Ia meminta Dinas Pertanian untuk segera berkoordinasi dengan kelompok tani guna mencari solusi atas potensi krisis air, terutama di wilayah pertanian tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan.
Bupati juga menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi sektor yang menjanjikan, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang di sektor industri.
"Sektor pertanian justru semakin bangkit. Tugas pemerintah adalah mendukung kebutuhan petani agar produksi tetap terjaga," katanya.
Ia menyebut, hasil panen dari penggunaan benih unggul pada program sebelumnya menunjukkan produktivitas yang cukup baik, dengan hasil panen berkisar antara 6 ton hingga 8,6 ton per hektare. Pada kegiatan tersebut, total benih yang disalurkan mencapai 2,5 ton, sebagai bagian dari program jangka panjang pengembangan kemandirian benih di Kabupaten Bantaeng
Usai menyerahkan benih, Bupati Bantaeng Launching Inovasi "Lamung Bine" (Layanan Mandiri Benih Unggul Berbasis Teknologi). Melalui inovasi ini tidak hanya mempermudah akses informasi dan distribusi benih, serta menjamin mutu dan kemurnian varietas, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengarahkan petani agar tidak hanya mengubah pola pikir tetapi mampu menghasilkan panen dan pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Unsur Forkopimda diantaranya, Pasandi Dim 1410/Bantaeng mewakili Dandim 1410/Bantaeng Lattu CBA Makmur, Kabag SDM Polres Bantaeng Mewakili Kapolres Bantaeng Kompol A. Rachim, para OPD terkait, Camat Pa'jukukang, Kepada Desa Biangkeke, Direktur PT. Bantaeng Sinergi Cemerlang PERSERODA Muhammad Iqbal, serta para kelompok tani. (Arwati RN-BTG,)





0 Komentar