UPTD SPF SD INPRES CAMBAYA 1 Kec Tallo Gelar SUMATIF Tengah Semester Ganjil Berbasis Gigitalisasi

Dalam Rangka Pelaksanaan Kegiatan Sumatif Tengah Semester Ganjil Berbasisi Digitalisasi Untuk Jenjang SD Di Kota Makassar Pada Tahun 2026 Berdasarkan Regulasi Teknis Umum Dari Kelender Pendidikan. 

realitasnews.net --- Makassar, ---UPTD Satuan Pendidikan Formal SD Inpres Cambaya 1 Kecamatan Tallo Kota Makassar melaksanakan kegiatan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 dengan berbasis digitalisasi.
Kegiatan STS yang dilaksanakan mulai hari Senin ini diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas I hingga kelas VI. Pelaksanaan berbasis digital ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam mendukung program digitalisasi pendidikan di Kota Makassar.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Cambaya 1 Kecamatan Tallo, Rahmawati.,M.Pd, menyampaikan kepada awak media bahwa pelaksanaan STS berbasis digital bertujuan untuk meningkatkan literasi digital peserta didik sejak dini serta mewujudkan pelaksanaan asesmen yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
"Alhamdulillah, pelaksanaan STS Ganjil berbasis digitalisasi berjalan dengan baik, tertib, lancar, dan kondusif. Anak-anak sangat antusias karena mereka belajar memanfaatkan teknologi untuk asesmen. Ini juga melatih kejujuran dan kemandirian siswa," ujarnya.

Selain itu, Adapun sistem yang digunakan adalah menggunakan [sebutkan aplikasi: Google Form / Exambro / CBT / Quizizz] yang diawasi langsung oleh wali kelas dan panitia. Bagi siswa kelas rendah (kelas I dan II), pelaksanaan tetap didampingi secara intensif oleh guru.
Selain menghemat penggunaan kertas, asesmen digital ini juga memudahkan guru dalam melakukan pengolahan nilai secara cepat dan akurat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peserta didik UPTD SPF SD Inpres Cambaya 1 semakin siap menghadapi era teknologi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," ungkapnya. 

Lebih lanjut Ia mengatakan, Kegiatan SUMATIF Tengah Semester (STS) ganjil merupakan langkah akselerasi transformasi teknologi pendidikan untuk mendukung Visi Nasional. Asesmen ini tidak lagi mengandalkan metode konvensional (kertas-pinsil) melainkan beralih ke perangkat digital seperti Smartphone, tabel  laptop, atau komputer sekolah," kuncinya. (Lis rn).

Posting Komentar

0 Komentar