Dinkes Makassar Bersama Tim Puskesmas Paccerakkang Lakukan Fogging Di Wilayah Korban DBD BTN Mangga Tiga

Waspada serangan penyakit, DBD (Demam Berdarah Dengue). Penyakit ini, yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Korbannya pun tidak sedikit, dan jika tidak cepat diantisipasi akan memakan korban lebih banyak lagi

realitasnews.net -- MAKASSAR,- Berapa tempat di wilayah Makassar, khususnya di BTN Mangga Tiga, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya yang berdampak banjir. Akibatnya, banyak genangan air, dimana tempat nyamuk Aedes berkembang biak, membawa penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).

Menurut keterangan tetangga dan keluarga dekat korban DBD, Halima mengatakan, saat ini ada sejumlah warga yang jadi korban DBD dan sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Tadjuddin Chalid Biringkanaya, Makassar, yaitu Muh.Alfa Az Zikra, umur 6 tahun, rumah BTN Mangga Tiga permai Blok G9 No.16

dan Adifah, umur 6 tahun, tinggal di BTN Mangga Tiga permai Blok G7 No. 7.

"Alhamdulillah, kedua anak tersebut sudah dalam perawatan di rumah sakit Tadjuddin Chalid, dan semoga cepat sembuh," ungkapnya.

Mengantisipasi dan mengatasi penyebaran DBD tersebut, dari Dinas kesehatan (Dinkes) bersama PUSKESMAS Paccerakkang bersama warga bersatu untuk mencegah penyebaran virus DBD dengan cara turun langsung untuk melakukan fogging di tempat yang menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti, pada Sabtu, 31 Januari 2026 , di BTN Mangga Tiga Blok G dan H

Menurut Nanik hudiyah, warga Blok G berharap sudah tidak ada lagi yang terjangkit virus DBD setelah diadakannya fogging ini dan menekankan kepada warga untuk lebih sering lagi menerapkan program 3M+ (Menguras, Menutup, Menguras Plus) agar tidak mudah terjangkit DBD.

"Dengan adanya fogging, kedepannya sudah tidak ada lagi yang terjangkit penyakit demam berdarah dan saya berharap warga menerapkan program 3M+ untuk kedepannya, bagus jika fogging ini diadakan sekali sebulan apalagi jika kondisi hujan seperti ini," ujarnya.

Sementara M. Sullam Fatwa, S.Km selaku penanggung jawab program Demam Berdarah dari dinas kesehatan kota Makassar mengatakan, masyarakat harus lebih bisa mencegah terjadinya penyakit DBD ini, karena fogging bukanlah sebuah pencegahan tapi pengendalian penyebaran virus.

"Masyarakat lebih bisa mencegah terjadinya penularan penyakit DBD dengan cara memberantas sarang-sarang nyamuk yang ada di sekitar kita, karena fogging ini merupakan pengendalian penyebaran virus pada pasien yang terjangkit demam berdarah dan bukan sebagai pencegahan," jelas Sullam mengingatkan.

Perlu diketahui, kata Sullam, yang harus dilakukan masyarakat adalah menerapkan 3M+. Antara lain, kata dia, menguras bak-bak air, menutup penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai atau menyerahkannya ke Bank sampah.

"Itulah beberapa cara untuk mencegah penularan penyakit DBD," jelasnya.

Saat ini sedang dilakukan Fogging, yaitu metode pengendalian nyamuk dengan menyemprotkan insektisida dalam bentuk kabut halus (fog) ke udara untuk membunuh nyamuk dewasa, terutama Aedes aegypti yang menularkan DBD.

Fogging biasanya dilakukan di daerah yang terjangkit DBD atau di tempat-tempat yang memiliki banyak nyamuk.

"Namun, fogging harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan prosedur yang benar untuk menghindari dampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan," kuncinya. (Yasir/RN-MKS)

Posting Komentar

0 Komentar